Quote

"Ternyata, menceritakan perkara hati memang tak pernah semudah menyeduh secangkir teh."

-
Text

Assalamualaikum…

Dek, kamu sehat? Semoga begitu. Semoga kau bahagia di rumahmu di surga.

Kami kangen. Aku kangen. Kau kenal aku? Aku kakakmu. Kakak lelaki tertuamu. Kakak dari kau, Yuni, dan Anjar. Semoga kau ingat pada kami yang rindu menggendongmu, sayang.

Bagaimana kakimu? Apakah Allah memberikanmu kaki baru yang lebih baik? Apakah kau bisa berlari? Kami semua berharap demikan, dek. Doa kami, tak putus untukmu.

Bagaimana mbah eca? Bagaimana mbah bo? Jangan merepotkan mereka disana. Jangan jadi anak nakal ya. Aku tau kau anak baik, dan cantik.

Dek, Anjar sekarang sudah mau SMP. kau mungkin iri, tapi kuharap tidak. Anjar sayang padamu dek. Dia sering meminta diceritakan tentangmu pada mama. Ia sedikit nakal, tapi dia mencintai mama, juga kamu dengan keseluruhannya. Dia rindu padamu dek, kakaknya.

Kk yuni makin cantik dek. Sama sepertimu. Mancung, putih, dan pintar. Aku rindu sebenarnya melihatmu dan yuni bersama dek. Aku menghayal soal itu.

Maaf adekku sayang, aku tak akan memceritakan diriku sendiri. Kau cukup tau bahwa aku merindukanmu.

Jangan khawatir soal mama, kami akan menjaganya sekuat raga kami dek.

Jangan pula kau takutkan soal bapak. Ia tegar. Ia mencintaimu dengan segenap yang ia miliki. Selayaknya kami dek.

Akubingin minta maaf. Untuk airmata yang tak jatuh kala pemakamanmu. Aku tak kuat menangis. Dadaku sesak jika aku menangis. Aku mencintamu, aku yakin kau tau. Maaf pula tak ikut ke pemakamanmu. Mama sendiri ketika itu. Aku tak sampai hati melihatnya dalam keadaan seperti itu dan memutuskan untuk dirumah saja dengannya. Semoga kau mengerti sayang.

Aku tak berharap surat ini kau baca. Aku hanya rindu pada adikku. Aku cinta kamu, dek. Wassalam.

Quote

"Entah pada sujud yang mana, aku menangisimu sebagai kehilangan."

-
Text

Selamat Tahun Baru! Gue nyaris gila awal tahun ini. No holiday, Ujian depan mata, dan paper yang deadlinenya mencekik. Tapi gue tetap bersyukur, setidaknya menulis dan nyampah disini masih GRATIS!. hahaha…

Oke, mari lupakan 2013. Mari sambut 2014 dengan harapan bahwa, siapapun kita, apapun mimpi kita, bisa kita wujudkan denganc ara yang baik, dengan cara yang tanpa merugikan orang lain.

Gue punya sejuta planning tahun ini. Yang paling deket, gue pengen pulang ke Banda. Gue rindu laut, gue rindu Banda dan segala makanan yang ada di sana. *otak gue emang selalu mengarah ke makanan, maafkan*.

Tapi sebelum lanjutkan mimpi pulang ke Banda, yang paling deket adalah Ujian. Gue perlu bertanggung jawab kepada kedua orang tua gue dengan cara ngasih mereka nilai yang baik, yang bisa buat mereka senyum dan pada akhirnya gue dikasih ongkos buat pulang, hahaha.

Cukuplah absurdnya, gue cuma pengen ngucapin selamat tahun baru 2014. Samsung aja udah mau ngeluarin galaxy S5, jadi kalo lo semua masih percaya sama eyang subur dan arya wiguna, mungkin kejiwaan dan akal sehat lo masih belum di upgrade ke android kit kat. hahaa. Yasudah, intinya semoga apa yang menjadi cita - cita dan mimpi lo semua bisa segera terwujud di tahun ini. amin.

Jakarta, 1st january 2014

salam, #CC

Text

image

photo by : www.santabanta.com

1.

Hujan baru saja tumpah ruah. Langit masih menyisakan kelabu, tanda ada cerita lain yang ia siapkan untuk bumi yang lelah merajam rindu. Aku duduk di sudut ruangan. Dengan lampu berwarna kuning muram yang nyalanya tak lagi benderang. Kusam tembok seakan menjelaskan sesuatu padaku, “aku adalah saksi dari tiap ketukan pada papan keyboard yang engkau lantunkan setiap sabtu malam. Tentang rindu, dan tentang jarak yang jadi pemisah temu” katanya datar tanpa ekspresi.

Read More